Image from Google Jackets

Kumpulan cerpen sasterawan negara Keris Mas : 1946-1989 / Keris Mas

By: Publication details: Kuala Lumpur : Dewan Bahasa dan Pustaka, c1991Description: Ix, 819 p. ; 22 cmISBN:
  • 9836225048
Subject(s): DDC classification:
  • 899.23301 KER
Contents:
- 45. Cerita sepanjang jalan (II). - 46. Mangsa masyarakat. - 47. Cerita sepanjang jalan (III). - 48. Ditimbuni surat-surat cinta. - 49. Cerita sepanjang jalan (IV). - 50. Kejadian di dalam estet. - 51. Cerita sepanjang jalan (V). - 52. Cerita sepanjang jalan (VI). - 53. Cerita sepanjang jalan (VII). - 54. Lapar. - 55. Habib yan cerdik. - 56. Cerita sepanjang jalan (VIII). - 57. Cerita sepanjang jalan (IX). - 58. Cerita sepanjang jalan (X). - 59. Cerita sepanjang jalan (XI). - 60. Cerita sepanjang jalan (XII). - 61. Keras hati. - 62. Banyak anak. - 63. Bilikbelakang. - 64. Selamat anak pawang Budin. - 65. Gila anak jantan. - 66. Kedai sederet di kampung kami. - 67. Pemimpin kecil dari Kuala Semantan. - 68. Menjelang merdeka. - 69. Mereka tidak mengerti. - 70. Runtuh. - 71. Salah pimpin. - 72. Hallucination. - 73. Nenek. - 74. Ekor kepala. - 75. Cerita sebuah mimpi. - 76. Masanya sudah terkunci.
Prakata. - Penghantar. - Sedutan laporan panel anugerah sastera negara 1981. - 1. Wasiat orang bangsawan. - 2. Air mata buruh. - 3. Darah dan air mata. - 4. Dalam pelukan wanita sedar. - 5. Penjual ubat merdeka. - 6. Menjawab pesan. - 7. Tertawan di Medan Kongres. - 8. Menjual tanah air. - 9. Bunga kembang tak jadi. - 10. Keinsafan di malam sunyi. - 11. Pesan dari Patani. - 12. Sampaikan salamku kepadanya. - 13. Berjumpa di penjara... - 14. Air mata mengalahkan aku... - 15. Saya masih menunggu... - 16. Pisau kerambit dari Patani (I). - 17. Pisau kerambit dari Patani (II). - 18. Dia jatuh cinta ... - 19. Normah yang pemalu. - 20. Korban gundik yang rupawan. - 21. Berhari raya ke kubur nenek. - 22. Fajar air mata. - 23. Merebutkan seorang gadis (I). - 24. Merebutkan seorang gadis (II). - 25. Bayangan hitam. - 26. Kami telah berjanji. - 27. Kalung mutiara. - 28. Korban masyarakat. - 29. Bukan kerana dia. - 30. Sumpah seorang peon. - 31. Pisau berdarah dalam tangannya. - 32. Tetap merdeka. - 33. Aku karam sendiri. - 33. Detektif mata keranjang tertawan. - 35. Dia senasib dengan kerbaunya. - 36. Surat dari kakanda. - 37. Surat dari tempat tahanan. - 38. Nana yang cemburu. - 39. Miskin. - 40. Api di tengah lautan. - 42. Minta sebuah lagi gambar adinda. - 43. Nasib kami. - 44. Cerita sepanjang jalan (I).
Holdings
Cover image Item type Current library Home library Collection Shelving location Shelf location Call number Materials specified Vol info Copy number Status Notes Date due Barcode Item holds Item hold queue priority Course reserves
Main Collection Taylor's Library-TU

Floor 4, Shelf 36 , Side 1, TierNo 2, BayNo 4

899.23301 KER (Browse shelf(Opens below)) 1 Available SOMAC,09050,02,GR 5000049086

- 45. Cerita sepanjang jalan (II). - 46. Mangsa masyarakat. - 47. Cerita sepanjang jalan (III). - 48. Ditimbuni surat-surat cinta. - 49. Cerita sepanjang jalan (IV). - 50. Kejadian di dalam estet. - 51. Cerita sepanjang jalan (V). - 52. Cerita sepanjang jalan (VI). - 53. Cerita sepanjang jalan (VII). - 54. Lapar. - 55. Habib yan cerdik. - 56. Cerita sepanjang jalan (VIII). - 57. Cerita sepanjang jalan (IX). - 58. Cerita sepanjang jalan (X). - 59. Cerita sepanjang jalan (XI). - 60. Cerita sepanjang jalan (XII). - 61. Keras hati. - 62. Banyak anak. - 63. Bilikbelakang. - 64. Selamat anak pawang Budin. - 65. Gila anak jantan. - 66. Kedai sederet di kampung kami. - 67. Pemimpin kecil dari Kuala Semantan. - 68. Menjelang merdeka. - 69. Mereka tidak mengerti. - 70. Runtuh. - 71. Salah pimpin. - 72. Hallucination. - 73. Nenek. - 74. Ekor kepala. - 75. Cerita sebuah mimpi. - 76. Masanya sudah terkunci.

Prakata. - Penghantar. - Sedutan laporan panel anugerah sastera negara 1981. - 1. Wasiat orang bangsawan. - 2. Air mata buruh. - 3. Darah dan air mata. - 4. Dalam pelukan wanita sedar. - 5. Penjual ubat merdeka. - 6. Menjawab pesan. - 7. Tertawan di Medan Kongres. - 8. Menjual tanah air. - 9. Bunga kembang tak jadi. - 10. Keinsafan di malam sunyi. - 11. Pesan dari Patani. - 12. Sampaikan salamku kepadanya. - 13. Berjumpa di penjara... - 14. Air mata mengalahkan aku... - 15. Saya masih menunggu... - 16. Pisau kerambit dari Patani (I). - 17. Pisau kerambit dari Patani (II). - 18. Dia jatuh cinta ... - 19. Normah yang pemalu. - 20. Korban gundik yang rupawan. - 21. Berhari raya ke kubur nenek. - 22. Fajar air mata. - 23. Merebutkan seorang gadis (I). - 24. Merebutkan seorang gadis (II). - 25. Bayangan hitam. - 26. Kami telah berjanji. - 27. Kalung mutiara. - 28. Korban masyarakat. - 29. Bukan kerana dia. - 30. Sumpah seorang peon. - 31. Pisau berdarah dalam tangannya. - 32. Tetap merdeka. - 33. Aku karam sendiri. - 33. Detektif mata keranjang tertawan. - 35. Dia senasib dengan kerbaunya. - 36. Surat dari kakanda. - 37. Surat dari tempat tahanan. - 38. Nana yang cemburu. - 39. Miskin. - 40. Api di tengah lautan. - 42. Minta sebuah lagi gambar adinda. - 43. Nasib kami. - 44. Cerita sepanjang jalan (I).